#6.6. Buah Pikir Malam Ini No.2

Senin, 6 Januari 2014
Bandung. 23:50.

Perihal berbangsa adalah perihal kesepakatan: kesepakatan atas sekumpulan nilai yang dijunjung bersama. Nilai-nilai demokrasi dan kebebasan individu, serta kapitalisme sebagai turunannya, adalah nilai-nilai yang membentuk masyarakat Amerika Serikat. Oleh karena itu apabila nilai-nilai tersebut terkikis—termasuk sistem kapitalisme—maka Amerika Serikat bukanlah Amerika Serikat lagi. Walaupun kini ada geliat-geliat penyeimbangan haluan yang terjadi di dalam, saya rasa kita bisa meragukan runtuhnya demokrasi dan kapitalisme di negara itu.

Tentunya nilai-nilai yang disepakati untuk membangun suatu bangsa berakar dari kondisi dan kesadaran masyarakat yang terlibat, sebab itu ia mewariskan semacam karakter yang unik dan berbeda dari masyarakat lainnya. Begitu pula halnya dengan Indonesia, dengan situasi dan komposisi masyarakatnya yang khas, para pendiri bersepakat membangun suatu imagined society yang berlandaskan pada kearifan lokal yang disarikan dalam Pancasila.

Namun masalahnya, setelah berdekade-dekade hanyut dalam politik imperialisme global yang dengan efektif mempromosikan nilai-nilai yang berakar dari kondisi kesadaran masyarakat lain dari benua di seberang samudera, masyarakat Indonesia menjadi terasing dari nilai-nilai bangsanya sendiri. Pancasila yang merupakan saripati kehidupan bermasyarakat direduksi menjadi slogan-slogan belaka, tanpa adanya usaha-usaha kritis untuk memahami, mengintepretasi ulang, serta menerapkannya secara sadar dalam bidang-bidang kehidupan. Singkatnya nilai-nilai dasar tersebut tidak benar-benar mengalir dalam nafas masyarakat yang dibentuknya. Suatu imagined society yang belum sejalan dengan cita-cita yang diimajinasikan.

Usaha-usaha penyeragaman nilai di seluruh dunia sesungguhnya adalah usaha yang mengingkari hakikat masyarakat global yang beranekaragam. Resistensi pasti akan terjadi, baik melalui pena maupun senapan. Masyarakat Indonesia pun, agar dapat mencapai puncak-puncaknya, sepatutnya tidak tunduk kepada imperium global. Ada cara-cara bermasyarakat yang lebih baik dan lebih sesuai. Cara-cara yang hanya dapat ditemukan apabila kita sedikit lebih tekun menggali, merenungkan, dan mengkomunikasikan nilai-nilai dasar Indonesia itu kepada satu sama lain.

Saya kira, sama seperti manusia, suatu bangsa tidak akan bisa membuka seluruh potensinya apabila ia mengingkari jati dirinya.

Iklan