.catatan mimpi.

chaos, order, mimpi, dan impian

Month: November, 2011

#5.0. Yang Digariskan

Bangkitlah, Anakku
Bukalah matamu
Kuberikan kepadamu
Hati yang lembut,
Pikiran yang bebas,
Jiwa yang haus,
juga paras yang elok

Segala yang kau butuhkan
Aku sertakan
Segala jalan yang kau lalui
Aku sertai

Aku, sang Maha, sendiri
yang akan mengajarimu
Kematian akan menggusarkanmu
Jiwa gundahmu akan membawamu berkelana
Tapi tidak sekali-kali akan ku biarkan
Maut mendekatimu

Namun, dengar, Anakku
Musuhmu, musuh yang kau hadapi sendiri
Cobaanmu, cobaan yang kau tempuh sendiri
Peperanganmu, peperangan yang kau menangkan sendiri

Lalu kau akan bertanya
dan mencari makna bahagia
Mencari dan terus mencari
akan kau lakukan
Tapi seperti Musa
yang memandang Tanah Perjanjian
dari atas Gunung Nebo
Seperti itulah engkau

Anakku, Anakku,
berdirilah tegak
dan lihatlah

#4.9. Apa Yang Berharga

“Kalian cantik sekali, tetapi kalian hampa. Tak ada orang yang bersedia mati untuk kalian. Tentu saja, orang yang sekadar lewat akan mengira mawarku sama persis seperti kalian. Tetapi mawarku, walaupun cuma setangkai, jauh lebih berarti daripada kalian semua, karena dialah yang kusirami. Karena dialah yang kututup dengan kubah kaca. Karena dialah yang kulindungi dengan tabir. Karena dialah yang ulat-ulatnya kubunuh (kecuali dua atau tiga yang kami biarkan hidup agar menjadi kupu-kupu). Karena dialah yang kudengarkan, waktu dia mengeluh, atau menyombongkan diri, atau ketika dia cuma membisu. Karena dia mawarku.”

Little Prince, karangan Antoine de Saint-Exupéry