.catatan mimpi.

chaos, order, mimpi, dan impian

Month: Agustus, 2011

Quote

“Seakan-akan, tiba-tiba, dalam musim gugur di kehidupanku, saat aku pikir aku sudah mengalami segala hal yang bisa kualami, pria itu muncul di anak tangga hanya untuk menunjukkan kepadaku bahwa perasaan–cinta, misalnya–tidak menua seperti tubuh. Perasaan-perasaan ini membangun bagian dunia yang tidak kukenal, tapi ini adalah dunia tanpa waktu, ruang, dan batasan.”

-Paulo Coelho, dalam “Brida”

#4.4. When the Truth Is…

“I started looking for a warning sign, when the truth is…”

Lagu itu sudah ia putar berulang-ulang untuk yang entah keberapa kalinya. Dia tahu bahwa musik memiliki sifat seperti jaring-jaring. Karena itu, ia akan menangkap fragmen ingatan tentang masa-masa ini sebanyak-banyaknya. Lalu beberapa tahun dari sekarang–mungkin ketika dunia nyata di luar sana telah mengubahnya menjadi sesosok manusia yang letih dan penat–ia akan duduk di sofanya yang nyaman dengan segelas teh hijau hangat, memejamkan matanya, lalu kemudian memutar kembali lagu itu. Sehingga untuk sejenak ia dapat tersenyum mengingat-ingat hari-hari yang lalu. Menghidupi kembali masa-masa itu sedikit demi sedikit dan membiarkan kenangan, juga perasaan-perasaan yang telah berlalu, mengalir kembali di nadinya.

Hari-hari yang–ia harap–akan ia lalui tanpa penyesalan.

(*Kutipan di atas diambil dari lirik lagu Warning Sign oleh Coldplay)