.catatan mimpi.

chaos, order, mimpi, dan impian

Month: Agustus, 2010

#2.3. Pencarian

Hidup bukan perkara menelan jawaban, tapi memuntahkan pertanyaan. Bukan perkara menemukan, tapi mencari.

Lebih baik berlelah-lelah dalam pencarian ketika muda sehingga jiwamu dipuaskan dan beristirahat dengan tenang ketika tua, daripada diam menetap ketika muda tapi jiwamu menjadi buta atau meragu dalam keterikatan ketika tua.

Kosong Ep.4

SI PENCARI
“What cause us loneliness?

Seni yang sesungguhnya, lahir dari orang-orang kesepian. Mereka menyapu kanvas, memahat batu, menggubah lagu, menuturkan cerita, menari, melamun dan berkhayal. Semua itu mereka lakukan untuk membantu mereka menghadapi rasa sepi. Untuk mengisi ruang kosong di hati mereka.

Taukah kamu bahwa Leonardo da Vinci tidak pernah menikah? Taukah kamu apa alasannya? Sebuah buku yang kubaca tiga-empat tahun lalu memberitahuku alasannya. Katanya Leonardo da Vinci memutuskan untuk tidak menikah agar dia tetap merasa kesepian. Dia ingin memelihara rasa sepi itu, membiarkan ruang kosong di hatinya tidak dijamah oleh siapapun. Karena kekosongan itu lah yang membuatnya mampu tetap berkarya. Karena kekosongan itulah yang membuat jari jemarinya terus bergerak tanpa henti. Karena kekosongan itulah yang membuat jiwanya terus mencari. Karena kekosongan itulah dia bisa terus mengisi hidupnya dengan makna.

Karena kekosongan lah, yang membuatnya hidup.

………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Ah, tapi entahlah, mungkin saja aku salah. Bisa jadi persepsiku terhadap rasa sepi kurang akurat. Kesepian melahirkan seni tadi kataku? Ah, bisa jadi itu adalah sebuah understatement.

Kalau dipikir-pikir lagi, rasanya esensi kesepian lebih daripada itu. Kesepian punya kodrat yang lebih tinggi daripada hanya sekedar kata kesepian atau “perasaan sepi”.

Kesepian adalah seni itu sendiri!

Tidak kah begitu juga menurutmu? Entahlah, dari seluruh perasaan yang terwujud di dunia ini–amarah, sedih, benci, cinta, dan lainnya–nampaknya perasaan yang paling indah adalah kesepian. Ada keteduhan dan melankolia disana. Seperti berkas cahaya yang jatuh di atas kristal. Seperti aurora yang menari khidmat di langit Selatan. Seperti itulah kesepian.

………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Kesepian adalah seni yang paling indah.

Seni yang melahirkan seni.

………………………………………………………………………………………………………………………………………….

(Bersambung –mungkin)
Bandung, 6 Agustus 2010
Andreas Cornelius Marbun