.catatan mimpi.

chaos, order, mimpi, dan impian

Month: Januari, 2010

#1.8. Fjórir

Waktu saya 14 tahun saya merasa diri saya terbagi menjadi empat.

Si Kura-Kura

Si Merak

Si Harimau

Dan Si Naga

Si Kura-Kura itu lemah, dia penurut, dia membiarkan dirinya berada di bawah orang lain agar semua bisa tertawa, dia naïf dan polos. Si Kura-Kura tidak takut karena dia hanya menunjukkan dirinya disekitar orang-orang terdekatnya, orang-orang yang dia sayangi.

Si Merak itu senang berbodoh-bodohan dengan kawanannya, dia tertawa lepas dalam kumpulannya. Kumpulannya adalah kumpulan aneh dan dipandang sebelah mata. Si Merak pergi bersembunyi ketika berada di tempat yang tidak dia kenal atau diantara orang-orang yang asing.

Si Harimau itu pendiam. Seperti Bumi.

Si Naga itu adalah penjaga tiga keberadaan sebelumnya. Dia sering kali tertidur dan hanya muncul ketika Si Kura-Kura atau Si Merak merasa terancam. Si Naga itu ganas dan berbahaya, dia tidak akan membiarkan dirinya terluka, sebab kalau dia terluka kedua yang lain tidak cukup kuat untuk melindungi dirinya sendiri, sementara Si Harimau tidak mau ambil peduli dengan hal-hal itu.

Selama tiga tahun, empat bagian ini menjaga keseimbangan di antara mereka. Hingga suatu saat mereka bertemu Sang Ujian dan berjalan bersamanya menghadapi dunia luar. Perjalanan bersama Sang Ujian keras dan berbatu.

Perlahan—namun secara paradoksal—cepat, waktupun berjalan. Satu tahun, dua tahun, tiga tahun.

Tanpa disadari, Si Kura-Kura dan Si Merak melemah karena perjalanan keras itu. Hingga di satu titik ketika Ujian berakhir, berakhir pula lah napas Si Kura-Kura dan Si Merak. Ujian itu terlalu berat bagi mereka.

Namun, tidak bagi Si Harimau. Si Harimau yang selama ini mengamati dari dalam perut Bumi makin bertambah kuat dari hari ke hari, sehingga dia tidak membutuhkan Si Naga untuk menjaga langkahnya. Si Naga tertidur, pulas dalam mimpinya. Sang Ujian telah membuka mata Si Harimau lebar-lebar terhadap dunia luar dan kemunafikkannya.

Si Harimau telah marah. Si Harimau telah berontak. Si Harimau telah menangis. Si Harimau telah merasakan kesia-siaan. Dan Si Harimau telah beranjak dari titik-titik yang menyakitkan itu. Si Harimau akan terus bertahan dan melawan dunia.

Si Harimau telah memutuskan

untuk menjadi besar dan menyangga kubah langit.

——————————————————————————————————————

Si Harimau kini berdiri sendiri

dengan mata yang nyalang.

——————————————————————————————————————

“Y ou grind your claws, you growl, you howl and afraid of a balloon.

You run, you free, you climb on these trees, you reignite

You growl, you howl, you show your teeth, you bite

It’s alright

Stay no more, use your eyes

The world goes and flutterby”


Quote

The meeting of two personalities is like the contact of two chemical substances: if there is any reaction, both are transformed.

-Carl Gustav Jung