Efek Rumah Kaca

by catatanmimpisaya

Coup de Nouf #4. Efek Rumah Kaca.

15149_1271127335418_1146920186_30834351_3496870_n

Aula itu begitu ramai. Penuh sesak, puluhan orang berebut oksigen di hadapan panggung. Saya memisahkan diri dari teman-teman saya. Memberi jeda sejenak bagi paru-paru untuk bernapas. Sela beberapa menit kemudian saya kembali ke aula itu, dan tak lama kemudian Efek Rumah Kaca naik dan membawa dunianya ke atas panggung.

Tiga manusia.

Tiga instrumen.

Satu suara.

Satu semesta bebunyian!

Ini pengalaman pertama saya tersedot ke dalam trance ketika menyaksikan live performance. Tubuh saya bergetar, kepala saya bergoyang, dan kesadaran saya berada di ambangnya.

Persetan dengan keramaian.

Persetan dengan orang-orang yang membatu di kiri dan kanan.

Persetan dengan dunia nyata.

Saya berteriak.

Sekencang-kencangnya.

Tidak ada yang peduli.

Saya berteriak.

Sekuat-kuatnya.

Dan saya tidak sendiri.

Saat itu semua tersisihkan. Semua yang real terasa surreal. Semua yang real terasa tidak pernah terjadi. Semua menghilang dan menguap. Tak ada identitas, tak ada ego, yang tersisa hanya intisari. Percikan yang selama ini terpendam, memancar membebaskan diri. Tidak ada identitas dan ego. Yang ada hanyalah ada.

Saya berteriak!

Saya bergerak!

Saya lepas!

Saya bebas!

Saya hidup!

Dan saya pun terlarut dalam keberadaan saya.

Keberadaan yang meneriakkan kebebasannya!

Bandung, 31 Oktober 2009
Iklan