Kosong Ep.1

by catatanmimpisaya

LELAKI GEMURUH
“Akankah ada seseorang yang menemaniku menikmati keheningan?

 

Dia seorang lelaki muda. Matanya seolah diselimuti kabut. Dia gemar duduk di teras rumahnya kala langit mendung, ketika gemuruh berputar selayaknya genderang pawai dewa-dewi.

Dia mencintai gemuruh. Tiap gemuruh terdengar dari kejauhan, dia duduk di sudut yang sama di balik pintu kaca. Lalu akan dia buka sedikit pintu kaca itu agar gemuruh menyelusup melingkupi penuh gendang telinganya.

Dia sendiri, menikmati ramai keheningan. Sebuah walkman cassette player, benda yang cukup antik pada masa ini, dengan sebuah kaset kosong yang berputar di dalamnya, terduduk rapi di sisinya. Merekam tiap nada geram gemuruh yang selalu menggetarkan benang-benang jiwanya.

Dari sudut tempatnya duduk, kita bisa melihat sebuah rak kecil yang dipenuhi tumpukan kaset. Kaset-kaset dengan berbagai label yang berbeda warna. Kaset-kaset yang menyimpan geram-geram gemuruh yang pernah berkunjung sebelumnya, sebelum sore ini.

Si lelaki muda itu sungguh mencintai gemuruh, hingga ia selalu mengabadikan tiap momen perjumpaan mereka.

Saat kubah langit menghitam, dan ketika udara dingin mulai menyelimutinya, maka dia menutup matanya. Menikmati getaran elektris yang mengalir dari tengkuknya menuju setiap jengkal tubuhnya. Dan saat itu, tepat ketika langit bergetar, aliran elektris itu menjalari pita suaranya. Dan ia pun mulai bersenandung, bersama rintik hujan, bersama derau angin, dan tentu bersama geram gemuruh. Bersinkronisasi dengan orkestra alam yang megah.

Dan sesaat itu, ia pun menyatu, melebur, bersama ketiadaan.

. . .ada . . . . . . . . . . . . .

. . . . . . . . . . . . .dan . . . . . . . . . .

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .juga . . . . . . . . .

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .tiada . . . . . . .

(Bersambung –mungkin)
Bandung, 2 Oktober 2009
Andreas Cornelius Marbun
Iklan