#0.9. Death

Segala sesuatu yang ada terjalin di dalam sebuah siklus. Seluruh makhluk di bumi, bumi itu sendiri, tata surya yang melingkupinya, seluruhnya adalah sebuah rantai besar perputaran energi.

Matahari yang terik, pohon rindang itu, anjing yang berlari di padang rumput, laron-laron yang mengganggu, api yang menari-nari, dan saya. Kita semua adalah kumpulan energi yang bergerak. Kamu adalah saya, saya adalah kamu.

Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Hukum Kekekalan Energi.

Artinya saya kekal.

Saat tubuh ini menua, keriput, berhenti bergerak, terkulai, lalu membusuk. Saya tidak mati. Saya sebagai energi hanya merubah wujud ke bentuk lain. Mengikuti rantai besar perputaran yang ada.

Kematian tidak pernah ada. Kematian hanya ilusi.
Ilusi dari pikiran manusia.

Hmm? Anda tidak setuju?
Kalau begitu saya mau bertanya:

Kenapa manusia harus mati?

Kenapa manusia harus mati?

Kenapa manusia harus mati?

Kenapa manusia harus mati terlebih dahulu jika suatu saat dia akan dibangkitkan kembali?

Kematian manusia menyakitkan.. Karena meninggalkan kenangan..

Kenangan..

Kenapa manusia punya kenangan?

Supaya yang mati tetap hidup di hati.

Tetap hidup? Untuk berapa lama? Satu generasi saja?

Untuk apa ada kenangan jika suatu saat akan dilupakan juga?

Untuk mengajarkan bagaimana rasanya sakit ketika ditinggalkan kepada kita manusia?

Itu? Hanya itu?

.
.
.

Tidak perlu dijawab. Biarkan jawaban datang semaunya.

s e l a.