#3. Audible

Salah satu mimpi saya, mungkin dalam hal ini lebih tepat dibilang impian, adalah bisa bermain dengan suara-suara lewat komputer. Dan mulai saat ini saya mau lebih masuk ke dalam mimpi saya yang satu itu. Bukan karena ingin jadi penata lagu, atau jadi pemain musik, atau apapun. Saat ini saya hanya ingin menyalurkan sesuatu yang ada di dalam kepala saya, yang berusaha mendesak keluar. Melesak mencari kepuasan diri. Untuk itu saya butuh media, saya mencari media. Dan jalan menuju media baru, auditori, sekarang sedang mampir di depan saya.

 

Seumpama kereta api yang sampai di stasiun tempat saya menunggu. Pintu kereta api tidak akan terus terbuka. Suatu saat kereta itu akan berjalan, pergi meninggalkan saya di belakangnya. Untuk itu tidak ada waktu untuk ragu, tidak ada waktu untuk takut. Stasiun yang nyaman ini pun suatu saat akan menjadi membosankan. Saya harus melompat! Sebelum pintu kereta api tertutup.

 

Pergi. Pergi menuju media baru.

 

Saya sedang mulai mempelajari salah satu software penata bebunyian. Hari ini harusnya saya mengerjakan tugas kuliah Rancangan Visual. Tapi, berkutat di depan komputer lah yang saya lakukan sepanjang hari. Dua alunan sepanjang satu dan dua telah keluar dari kepala saya. Belum sempurna, memang. Itu yang disebut awal.

 

Saat ini saya masih berada di ruang jeda mimpi-sadar. Semoga mimpi ini bisa segera bertransformasi menjadi sadar.

 

Dan nyata.

 

 

 

(Bandung, 10 November 2008. Dini hari)

 

 

 

 

UPDATE

 

Silakan kunjungi http://www.myspace.com/radioisnotenough kalau ada waktu senggang, hehe.