Bertanya Tidak Membuatmu Mati, Hanya Terlihat Sedikit Bodoh
by catatanmimpisaya
Apa poinnya memiliki jika akan melepas?
Apa poinnya menjalin hubungan jika tau
jalinan itu tidak bisa tetap?
“Awet-awet ya…”
kata-kata yang sering saya dengar diucapkan kepada sebuah pasangan.
Awet… tahan lama… bukan berarti tidak kadarluarsa. Sebuah kata yang mengandung harapan—atau doa—atau keyakinan—bahwa sesuatu itu akan habis masa berlakunya.
Saya heran. Alih-alih mengatakan “rukun-rukun ya kalian” atau “baik-baik ya kalian”, kenapa malah frase “awet-awet” yang digunakan sebagai kata-kata manis untuk mendoakan pasangan? Padahal dari maknanya saja frase tersebut seakan sudah meramalkan suatu masa dimana cinta itu usang dan menguap di tempat sampah.
Tidak masuk akal.
Ya, sama tidak masuk akalnya dengan pertanyaan, “Apa poinnya menjalin hubungan jika tau jalinan itu tidak bisa tetap?”
Sebab kalau begitu,
“Apa poinnya hidup jika akan mati?”
Pertanyaan bodoh.
(Sedang mendengarkan “Olsen Olsen” oleh Sigur Ros)
waw, pertanyaan bodoh tp sering gw pertanyakan; apa poinnya hidup ini?
…dan jawabannya kalo ngga ambigu semua, ngaco/ngeyel semua *dasar bego* = =a
ahhh. exactly what I thought. gue setuju sekali sama yang ini. makanya terakhir kali gue ngucapin ke temen gue yang baru jadian, gue sama sekali tidak melibatkan kata “awet2″ dan sejenisnya. hehehe.
ini oke deh. I was kinda asking the same questions. huhu.
just walking around and found this, hehe
yang ini menarik.. soalnya saya juga pernah mikir hal yang sama kak
why we fight for life? if we know it’s going to end anyway
tapi setelah semedi begitu lama (ehm) saya pikir saya mesti balik sudut pandangnya
life is precious because we know we’re going to die
‘hidup cuma sekali’ akhirnya jadi phrase penyemangat saya
karna hidup bakal berakhir, kenapa ga melakukan hal2 berharga yang bisa bikin hidup kita, yang cuma sekali ini, berarti bagi diri sendiri dan orang lain
hal2 berharga kayak bikin musik sendiri, bikin tulisan, belajar di kampus, atau menyayangi seseorang
“Apa poinnya menjalin hubungan jika tau jalinan itu tidak bisa tetap?”
saya pernah mikir itu juga, tapi temen saya bilang hidup terlalu berharga untuk mengupayakan hal2 yang ga mungkin. ada benernya juga. nobody knows for sure
waduh, maaf ya kak, ini komen kok jadi panjang
maaf juga padahal blom kenal, udah komen2 panjang, abis menarik sih, hehe
Hehe, santai aja kali best. Saya malah seneng ada yang mau bagi pendapatnya disini
Intinya tulisan ini sih mau mempertanyakan kenapa kita berjuang untuk sesuatu yang “akan habis”. Soalnya kalau dilihat dari satu sisi toh itu semua sia-sia. Baik itu hubungan antar manusia, sampai hidup sendiri.
Cuma yang agak ganjel, di komen kamu ada yang kontradiktif tuh.
Yang ini:
“life is precious because we know we’re going to die”
sama yang ini:
“hidup terlalu berharga untuk mengupayakan hal2 yang ga mungkin.”
Kalau pernyataan pertama bisa dibalik begitu, harusnya yang kedua juga bisa dong? Hehehe
Kadang, kita suka mendahului takdir/tuhan/apapun namanya dengan lebih dulu menjudge suatu hal ga mungkin terjadi. Iya gak sih? Heheh
Balik lagi. Kalau saya sendiri sih, sangat mencintai hidup. Soalnya banyak hal menarik yang menunggu kita alami disini. Makanya saya berhenti di pertanyaan “Apa poinnya hidup jika akan mati?”. Karena menurut saya itu bukan sesuatu yang harus dipertanyakan, tapi dinikmati dan disyukuri
hehe, oke oke, kak, thanks
iyalah kontradiktif, pernyataan kedua kan dari temen saya. makanya saya gantung kalimatnya. iya bener kak, bisa dibalik, dan saya ga bisa argue lebih jauh lagi.
setuju sangat dengan kalimat terakhir!
keep on writing
gw setuju!!!!!!!!! nikmati hidup hehe
wow tulisanmu menarik sekali andreas. haha. saya link ya blog kamu.
Haha, makasih buat kunjungannya rey
*habis berkunjung ke antimainstream*
wah, tulisan2 lo juga menarik
Segera dilink balik!
hi,
sedikit komen ya,
sebenernya tiap manusia itu tau dan bisa menghadapi semua hal di hidup-Nya masing2.cm kadang ada fase down, yg buat mereka akhirnya bertanya a.k.a kna ngerasa ga puas / ga bs terima dg apa yg dia punya / dg apa yg terjadi di hidupnya.
Bertanya bkn membuat qt terlihat sedikit bodoh (klo menurut saya loh),kna dg bertanya qt sebenernya mencari tau dan mengkaji ulang apa2 dr ketidakpuasan qt yg menimbulkan tanya.
Dan manusia ga akan pernah berhenti bertanya,kna Tuhan selipkan rasa penasaran bernama lain keingintahuan agar qt belajar mengerti dan itu tdk akan pernah berhenti sampai qt mati!Meski nantinya gagal(mungkin),atau kecewa(lagi),tapi qt ga akan pernah tau akan hasil akhir nanti, klo qt ga pernah mencobanya.
jadi,dari sekedar deskripsi ttg “bertanya”pun bs menghasilkan tulisan indah (seperti tulisan anda ini) n membuahkan diskusi sebagai jembatan pertemanan via FB:D
senang berkenalan dg anda, ndre:)
@irene: Wah, ini moon eve ya? Iya, setuju, keingintahuan itu senjata manusia yang bisa buat kita bekembang sampai seperti ini
. Makanya sayang kalau kita berhenti bertanya.
Makasih ya buat kunjungan dan komentarnya