Satu-satunya yang abadi adalah ketidakabadian. Dari segala kemungkinan, akhir adalah absolut.
Saat ini akhir sedang menghampiri kalian.
Tapi benarkah?
Sediakah kalian merubuhkan segala sesuatunya dalam semalam?
Atau mungkin ini bukanlah akhir, tapi justru awal dari sebuah siklus yang sedang berputar kembali ke titik nol?
Hanya sebuah fragmen pada lingkaran yang tidak linear?
Entahlah…
Mungkin, akhir masih menyeruput kopi di teras rumahnya.

3 Komentar
“Mungkin, akhir masih menyeruput kopi di teras rumahnya.”
bagian ini entah kenapa langsung mengingatkan gw pada cross tulisan antara seno gumira ajidarma, dewi lestari, juga joko pinurbo (which is good, menurut gw, soalnya mereka semua penulis oke).
hegi pernah nulis
‘lets be nothing..i heard it lasts forever’
do you agree?
hmmm.. entah juga ya..