.catatan mimpi.

chaos, order, mimpi, dan impian

Month: Mei, 2009

#5. Jiwa Yang Dicuri Tersimpan di Dalam Kotak

Saya mendengar nyanyian dari sorga di mimpi saya malam ini. Dinyanyikan oleh jiwa yang sudah berangkat…

Sangat indah… teduh, tapi… sedih….
Ada ironi disana.

Ahh, mimpi buruk terindah yang pernah saya alami.

.
(Bandung, 31 Mei 2009)

#0.9. Death

Segala sesuatu yang ada terjalin di dalam sebuah siklus. Seluruh makhluk di bumi, bumi itu sendiri, tata surya yang melingkupinya, seluruhnya adalah sebuah rantai besar perputaran energi.

Matahari yang terik, pohon rindang itu, anjing yang berlari di padang rumput, laron-laron yang mengganggu, api yang menari-nari, dan saya. Kita semua adalah kumpulan energi yang bergerak. Kamu adalah saya, saya adalah kamu.

Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Hukum Kekekalan Energi.

Artinya saya kekal.

Saat tubuh ini menua, keriput, berhenti bergerak, terkulai, lalu membusuk. Saya tidak mati. Saya sebagai energi hanya merubah wujud ke bentuk lain. Mengikuti rantai besar perputaran yang ada.

Kematian tidak pernah ada. Kematian hanya ilusi.
Ilusi dari pikiran manusia.

Hmm? Anda tidak setuju?
Kalau begitu saya mau bertanya:

Kenapa manusia harus mati?

Kenapa manusia harus mati?

Kenapa manusia harus mati?

Kenapa manusia harus mati terlebih dahulu jika suatu saat dia akan dibangkitkan kembali?

Kematian manusia menyakitkan.. Karena meninggalkan kenangan..

Kenangan..

Kenapa manusia punya kenangan?

Supaya yang mati tetap hidup di hati.

Tetap hidup? Untuk berapa lama? Satu generasi saja?

Untuk apa ada kenangan jika suatu saat akan dilupakan juga?

Untuk mengajarkan bagaimana rasanya sakit ketika ditinggalkan kepada kita manusia?

Itu? Hanya itu?

.
.
.

Tidak perlu dijawab. Biarkan jawaban datang semaunya.

s e l a.

#0.8. Akhir

Satu-satunya yang abadi adalah ketidakabadian. Dari segala kemungkinan, akhir adalah absolut.

Saat ini akhir sedang menghampiri kalian.

Tapi benarkah?

Sediakah kalian merubuhkan segala sesuatunya dalam semalam?

Atau mungkin ini bukanlah akhir, tapi justru awal dari sebuah siklus yang sedang berputar kembali ke titik nol?

Hanya sebuah fragmen pada lingkaran yang tidak linear?

Entahlah…

Mungkin, akhir masih menyeruput kopi di teras rumahnya.

Ceracau

Pikiran saya berloncat-loncatan. Dan yang bisa saya lakukan sekarang hanya bermonolog. Bibir saya tertutup, tapi pikiran saya ramai. Celoteh-celoteh tidak jelas, topik yang berpindah-pindah dalam sepersekian detik.

Tunggu… apa ada topiknya? Saya rasa cuma ceracau.

Dan yang saya lakukan untuk mengurangi loncatan-loncatan itu adalah dengan bermonolog, bermonolog dengan tulisan. Ya, hanya monolog tidak jelas.

Suara manusia dan suara alat musik, sama-sama mengeluarkan bunyi. Andaikan tersedia sebaris nada untuk dimainkan. Maka dimainkanlah alat musik dan bernyanyilah pita suara. Nada yang sama untuk dua bait lagu.
Kenapa saat yang bermain adalah instrumen akan terasa bosan lebih daripada jika itu nyanyian pita suara?

Manusia itu narsistik. Ya, benar itu. Benar.
Nada sama, durasi sama, tapi pada akhirnya yang lebih disukai adalah bunyi pita suara manusia sendiri.

Ya, ya. Ya?

Bahkan ceracau di kepala saya tidak sempat untuk menyelesaikan kalimatnya sebelum meloncat ke kalimat lain. Hei, ada berapa banyak saya dalam kepala saya yang ingin bersuara? Saat sendiri justru kepala saya menjadi ramai.

Hmm, tapi saya suka keramaian macam ini.
Teruskan, teruskan saja, kawan-kawan.

Saya butuh pena ini dan buku ini untuk menyelesaikan kalimatnya, sebelum pikiran saya dengan seenaknya meloncat ke kalimat lain yang dengan semena-mena juga akan ditelantarkan sebelum titik.

.

Bandung, 6 Mei 2009.
(Diambil dari buku jurnal Andreas C.Marbun)

[] Why Did You Come To My Dream Last Night?

“If silence is gold, so why people invented music?”

-dari posting seseorang di www.theopenlabs.com

 

Silakan mampir ke www.myspace.com/radioisnotenough, ada lagu baru.

Thx :D

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.