Arsip Bulanan: Maret 2009

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:



Dear ,
How are you? This is the first time I’ve written a letter.
I’m more or less okay. I’m even getting a little bit used to being alone.
In the park at night on the way home, the cherry blossoms were in full bloom,
and I thought of you.

Floating against the pitch black sky, the cherry blossoms seemed to be gasping.
The world is touched with a slight rising fever, and so the scenery appears distorted.
If, perhaps, love is to blame, then someday surely we too will be short of breath.
On our deathbeds, buds will bloom.

Hello, hello, can you hear me?
Can I be myself?
A flower petal in my praying hands. As if they’d been touched by you.

In brilliant colour and sound the cherry blossoms bloom.
I follow after your voice. Spilling towards me, the pieces of love.
If you look up, you’ll see the spring flowers fall

I feel the warm breeze beginning to blow. A spring storm is on its way.
(The flowers) bloom like mad things, but it is their fate to someday fall.
In many ways, love is the same, at some point we were exactly like those flowers
I remember this, and laugh in spite of myself.

Hello, hello, where are you?
Is there anything I can do?
A flower petal in my searching hands. As if they’d been touched by you.

In brilliant colour and sound the cherry blossoms bloom.
Our hands, once linked, draw further apart. Spilling towards me, a thousand wishes.
If you look up, you’ll see the spring flowers fall

The cherry blossoms scatter as if dancing, obscuring your face
I am almost awake from this fleeting dream, and that which spills over is tears—

In brilliant colour and sound the cherry blossoms bloom.
Everything that was important to me, I will bury (in blossoms) under this tree.
Before my eyes, the spring where we’ll say goodbye
If you look up, you’ll see the spring flowers fall

Onto me, onto me, softly
[Harusaki Sentimental - Plastic Tree]

Dua butir biji bunga matahari tertiup angin.

Dua butir biji bunga matahari ini hanya bisa mengikuti kemana angin membawa mereka. Terbang berdekatan, takut akan dunia, takut kehilangan satu sama lain.

Namun satu kala, hujan turun. Butir air menghempas salah satu biji bunga matahari. Dia terjatuh ke tanah hijau, sementara yang satu pergi dibawa angin, terbang hingga ke suatu pulau yang jauh. Kini mereka menghadapi dunia sendirian. Tapi mereka percaya dan sadar, biarpun mereka terpisah tapi mereka tetap biji bunga matahari yang sama, tak akan berubah.

Hari demi hari, musim demi musim, lewat sudah.

Biji bunga matahari yang terhempas butir hujan tumbuh di sebuah puncak bukit. Berdiri sendiri menghadap matahari. Menyerap sel-sel matahari, dengan harapan dia bisa tumbuh besar dan tinggi sehingga bisa melihat biji bunga matahari yang jatuh di pulau.

Sementara itu, biji bunga matahari yang jatuh di pulau tumbuh di tengah-tengah ladang bunga mawar. Diantara warna dan harum-haruman wangi bunga yang menyenangkan. Dia mendapat sinar matahari dari celah ranting pohon yang menaunginya, menyerap sel-sel matahari dengan harapan mahkota bunganya menjadi berwarna indah seperti sekitarnya dan mewangi harum hingga wanginya sampai ke biji yang jatuh di bukit.

Tapi apa yang terjadi?

Biji bunga matahari yang di bukit tumbuh besar serupa pohon karena hanya berteman dengan matahari, dan biji bunga yang di pulau tumbuh dengan warna-warni seperti bunga mawar dan memperindah ladang bunga.

Lalu pada akhirnya dua biji bunga matahari itu pun tidak saling mengenali lagi…

.fin.

Mengapa semua orang menganggap dirinya spesial? Lebih daripada orang lain?

Ada yang merasa dirinya anak indigo.
Ada yang merasa dirinya paling mengenal tuhan.
Ada yang merasa dirinya paling menarik.
Ada yang merasa dirinya jenius.
Ada yang merasa dirinya suatu saat akan menjadi orang besar.
Ada yang merasa dirinya punya bakat terpendam.
Ada yang merasa dirinya berbeda dari orang lain.

Berbeda? Apanya yg berbeda kalau bukan cuma kamu yg berpikiran seperti itu?

Dari semua orang yg merasa dirinya berbeda, yg merasa spesial, pada akhirnya kebanyakan tidak menjadi apa-apa. Tetap sama seperti orang kebanyakan. Lahir-tumbuh-merasa spesial-tua-mati-lalu dilupakan. Titik debu diantara debu. Hilang tertiup angin.

Manusia-manusia narsistik. Merasa paling tampan.

Jadi siapa yang spesial?

Dia yang tidak menganggap dirinya tampan, dia yang tidak memuja dirinya sendiri, dia yang membenci dirinya sendiri. Dia yang membuang dirinya.

Itu, berbeda. The special one.

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


Chinaberry Tree adalah judul track kedua dalam album Mew and the glass handed kites. Salah satu album favorit saya, karena keempatbelas track yang ada di album ini merupakan satu kesatuan, satu lagu besar yang dibagi-bagi dalam empatbelas segmen. Dan Chinaberry Tree adalah salah satu segmen favorit saya.

Lagu ini bercerita tentang perpisahan. Tentang cinta pertama yang pergi ke lautan yang paralel. Ke suatu tempat dimana tumbuh pohon chinaberry.

Lirik dan musik mew cenderung absurd dan dreamy, saya mengira pohon Chinaberry adalah nama pohon dalam mimpi Jonas Bjerre, vokalis sekaligus penulis lagu-lagu mew, yang menginspirasinya membuat lagu ini.

Tapi tau tidak?

Chinaberry tree benar-benar ada! dracaena cinnabari, atau pohon Darah Naga. Pohon terunik dan terindah yang pernah saya lihat! Bentuknya seperti jamur raksasa dengan ranting-ranting yang besar dan kokoh. Indah sekali! Pohon ini, dan berbagai macam tumbuhan unik lainnya, tumbuh di sebuah pulau bernama Pulau Soqotra, yang menjadi bagian dari negara Yaman. Pulau Soqotra sendiri merupakan pulau yang dijaga kelestariannya. Bahkan tidak dibangun infrastruktur apapun kecuali sebuah jalan yang baru dibangun 2 tahun yang lalu.

Soqotra Island: dracaena cinnabari

Soqotra Island: dracaena cinnabari

Soqotra Island: adenium obesum ssp sokotranum

Soqotra Island: adenium obesum ssp sokotranum

Soqotra Island: neophron percnopterus

Soqotra Island: neophron percnopterus

Aaaaaaahhhh.. Saya bermimpi suatu saat nanti dapat pergi ke Pulau Soqotra untuk melihat dan menyentuh pohon chinaberry secara langsung.

Semoga sang penuntun hidup merencanakan begitu.
Amen.

RALAT

Ternyata pohon chinaberry dan draceana cinnaberi adalah dua pohon yang berbeda! Berikut adalah gambar pohon chinaberry yang dimaksud dalam lagu “Chinaberry Tree”.

Pohon Chinaberry

Pohon Chinaberry

Tapi intinya tetap, saya suka “Chinaberry Tree” yang dimainkan oleh mew dan suatu saat ingin pergi ke Pulau Soqotra dan menyaksikan keindahannya (terutama draceana cinnabarinya) secara langsung. Hehe^^