“Do not afraid of solitude.

In solitudine solatium…

In your solitude you shall find your solace.”

Pilgrim by Desiyanti

http://etherealzeal.wordpress.com/2008/04/14/pilgrim/

Waktu saya 14 tahun saya merasa diri saya terbagi menjadi empat.

Si Kura-Kura

Si Merak

Si Harimau

Dan Si Naga

Si Kura-Kura itu lemah, dia penurut, dia membiarkan dirinya berada di bawah orang lain agar semua bisa tertawa, dia naïf dan polos. Si Kura-Kura tidak takut karena dia hanya menunjukkan dirinya disekitar orang-orang terdekatnya, orang-orang yang dia sayangi.

Si Merak itu senang berbodoh-bodohan dengan kawanannya, dia tertawa lepas dalam kumpulannya. Kumpulannya adalah kumpulan aneh dan dipandang sebelah mata. Si Merak pergi bersembunyi ketika berada di tempat yang tidak dia kenal atau diantara orang-orang yang asing.

Si Harimau itu pendiam. Seperti Bumi.

Si Naga itu adalah penjaga tiga keberadaan sebelumnya. Dia sering kali tertidur dan hanya muncul ketika Si Kura-Kura atau Si Merak merasa terancam. Si Naga itu ganas dan berbahaya, dia tidak akan membiarkan dirinya terluka, sebab kalau dia terluka kedua yang lain tidak cukup kuat untuk melindungi dirinya sendiri, sementara Si Harimau tidak mau ambil peduli dengan hal-hal itu.

Selama tiga tahun, empat bagian ini menjaga keseimbangan di antara mereka. Hingga suatu saat mereka bertemu Sang Ujian dan berjalan bersamanya menghadapi dunia luar. Perjalanan bersama Sang Ujian keras dan berbatu.

Perlahan—namun secara paradoksal—cepat, waktupun berjalan. Satu tahun, dua tahun, tiga tahun.

Tanpa disadari, Si Kura-Kura dan Si Merak melemah karena perjalanan keras itu. Hingga di satu titik ketika Ujian berakhir, berakhir pula lah napas Si Kura-Kura dan Si Merak. Ujian itu terlalu berat bagi mereka.

Namun, tidak bagi Si Harimau. Si Harimau yang selama ini mengamati dari dalam perut Bumi makin bertambah kuat dari hari ke hari, sehingga dia tidak membutuhkan Si Naga untuk menjaga langkahnya. Si Naga tertidur, pulas dalam mimpinya. Sang Ujian telah membuka mata Si Harimau lebar-lebar terhadap dunia luar dan kemunafikkannya.

Si Harimau telah marah. Si Harimau telah berontak. Si Harimau telah menangis. Si Harimau telah merasakan kesia-siaan. Dan Si Harimau telah beranjak dari titik-titik yang menyakitkan itu. Si Harimau akan terus bertahan dan melawan dunia.

Si Harimau telah memutuskan

untuk menjadi besar dan menyangga kubah langit.

——————————————————————————————————————

Si Harimau kini berdiri sendiri

dengan mata yang nyalang.

——————————————————————————————————————

 

“Y ou grind your claws, you growl, you howl and afraid of a balloon.

You run, you free, you climb on these trees, you reignite

You growl, you howl, you show your teeth, you bite

It’s alright

Stay no more, use your eyes

The world goes and flutterby”

 


The meeting of two personalities is like the contact of two chemical substances: if there is any reaction, both are transformed.

-Carl Gustav Jung

Apapun bisa hilang, termasuk dirimu dan semua yang ada, tapi orang yang berjiwa besar adalah orang yang tersenyum kembali setelah apa yang paling tercinta pergi darinya, termasuk kopermu itu.

http://kastratum.wordpress.com/2010/01/09/prae-fatia/

(Dikutip dari blog seorang anarkis penggila filsafat berbahasa vulgar)

Jawaban bisa datang dari mana pun, dari tempat-tempat yang tidak terduga.

Untuk Malam Yang Memberi Tempat Bagi Mimpi

 

Alunan temani temaram kelam

Bicarakan mimpi kita hingga larut malam

Istana kecil pelabuhan asa

Jalinan kau dan aku, berpelukan, bercumbu, tiada ujung

Bicarakan mimpi kita hingga larut malam

Peri cinta mungil, pangeran angin khayal, berlarian di sela kaki berdua

Puspa mekar kala embun

Mimpi hingga larut malam

O, mimpi hingga larut malam

Jangan biarkan kami terbangun

(Ditulis tahun 2006/2007)

====================================================

Tulisan ketika saya masih bersama orang yang paling berharga bagi saya. Orang yang kini sudah mati, tapi tetap hidup dalam kenangan.

Lagi.

Tadi malam terjadi lagi, percakapan dengan seorang gadis di mimpi saya. Percakapan yang meninggalkan kesan saat saya terbangun.

Aneh. Karena di dunia nyata saya sama sekali belum pernah bicara satu patah kata pun dengannya. Dirinya yang nyata mungkin saja berbeda dengan yang datang ke mimpi saya.

Aneh.

…………

…………

…………

Mungkin, mungkin saja, sebenarnya yang saya ajak bicara di mimpi itu adalah diri saya sendiri. Sisi feminin saya yang meminjam wujud seseorang yang menempel di pikiran saya.

And she was crying.

Apa itu semua ada artinya? Atau cuma sekumpulan image belaka?

Agama adalah jalan, Tuhan adalah tujuan. Fokuskan dirimu pada tujuan, bukan jalannya. Karena jalan itu duniawi, jalan itu bisa berubah, jalan itu bisa jadi dipenuhi penyamun dengan kepentingannya masing-masing. Tapi tujuan, tujuan itu tetap, dari dahulu kala hingga saat ini.

Agama memecah-mecah kita. Tapi Tuhan mempersatukan.

Agama tidak salah, tapi menjadi masalah ketika dia dipertuhankan. 

Tuhan ada dalam tiap individu. Dialah benang merah yang menghubungkan setiap keberadaan di semesta. Dengarkan bisikannya di dalam dirimu. Karena sebenarnya titahnya mewujud dalam dirimu.

Dengarkan Dia bersuara,

di dalam nuranimu yang murni.

 
 

…Those who create and plan should practice humility in the face of nature. Treat nature as a model and mentor, not as an inconvenience to be evaded or controlled.

 

Saya bermimpi malam menjadi seterang siang. Sementara, ada dua matahari kala siang, matahari kita dan matahari kecil. Lalu seketika saya lihat matahari kecil membesar.

Makin besar.

Makin besar.

Makin besar.

Tidak, bukan. Bukan.

Matahari itu tidak membesar.

Matahari itu jatuh.

Gelora lidah-lidah apinya terlihat jelas, menari-nari liar.

Lalu saya lihat kau ada disana, Afródíta mín.

“Bagiku melukis adalah syair, dan musik adalah ekspresi bebas,”

ujar gadis di mimpi saya sambil tersenyum, baru saja.

Oh, betapa saya harap percakapan tadi bukan mimpi :(

http://taykut.deviantart.com/art/The-girl-of-my-dream-93014537

The Girl of My Dream by taykut

Malam ini hujan deras. Dari kamar sebelah sayup-sayup terdengar suara penyanyi wanita Jepang.
Dingin sekali malam ini.